Pimpinan DPR Dorong Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Denmark
HUBUNGAN bilateral antara Indonesia dengan Kerajaan Denmark telah terbangun dengan sangat baik. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong adanya peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan Denmark.
Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan saat memimpin kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kopenhagen, Denmark, Jumat (11/5). Dalam kunjungan yang diikuti Anggota Dewan lintas komisi dan fraksi itu, delegasi diterima langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Denmark Muhammad Ibnu Said dan seluruh staf KBRI Kopenhagen di Wisma KBRI Kopenhagen.
“Kami ingin memperdalam potensi kerja sama ekonomi antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Denmark. Dalam kapasitas kami sebagai Pimpinan DPR, untuk membantu dan memperlancar kerja sama antar pihak eksekutif kedua negara. Kami juga ingin melihat lebih jauh isu-isu terkait ekonomi global yang ada di Denmark,” kata Taufik di sela-sela pertemuan.
Politisi Partai Amanat Nasional itu mengatakan, ada hal yang menarik dalam hubungan kerja sama kedua negara. Menurutnya, Denmark ahli di bidang farmasi dan pertanian, sehingga ini menjadi salah satu hal yang penting dalam pemajuan teknologi di Indonesia. Ia menilai, Denmark juga piawai dalam pengelolaan energi, khususnya renewable energy (energi terbarukan).
“Potensi-potensi pusat energi terbarukan, non fosil dan ramah lingkungan banyak dikembangkan di Denmark. Misalnya pembangkit listrik sumber daya angin, termasuk industri radar. Ini beberapa hal yang ingin kami dapatkan dalam kunjungan ke Denmark ini,” imbuh Pimpinan DPR Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan itu.
Sementara itu, Dubes Indonesia untuk Kerajaan Denmark Muhammad Ibnu Said mengatakan, hubungan kerja sama Indonesia-Denmark sudah sebagai mitra strategis. Menurutnya, saat ini peningkatan kerja sama difokuskan pada bidang ekonomi, investasi, perdagangan, pariwisata, tenga kerja, infrastruktur, maritim, dan pendidikan.
“Ada kendala dalam bisnis menurut para pengusaha terkait dengan perlu adanya kepastian regulasi, perpajakan, masalah penguasaan lahan atau pertanahan, juga terkait masalah perburuhan, dan infrastruktur," jelas Ibnu.
Namun, menurutnya, semua itu dapat diatasi dengan memberikan pemahaman dan pengertian bahwa Idnonesia saat ini merupakan negara yang transpasaran dan akuntabel dalam peningkatan hubungan kerja sama ekonomi.
Untuk bidang investasi, ia berharap adanya peningkatan terkait dengan renewable energy, dan perdagangan, khususnya peningkatan ekspor kelapa sawit dari Indonesia ke Denmark.
“Kita berharap dengan kunjungan Wakil Ketua DPR RI ini yang menangani masalah ekonomi dan keuangan ini, hubungan kedua negara tambah meningkat dan mendorong peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata,” harap Ibnu. (RO/OL-5)
