Anggota DPR Dukung BPPT Koordinator Pengembangan RDT Kit Covid-19

Penulis: mediaindonesia.com Pada: Kamis, 02 Apr 2020, 16:25 WIB DPR
Anggota DPR Dukung BPPT Koordinator Pengembangan RDT Kit Covid-19

DOK DPR RI
Anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti. 

Anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti mendukung kebijakan pemerintah (Kemenristek/BRIN) yang memberikan mandat kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menjadi koordinator percepatan pengembangan produk dalam negeri guna menangani sebaran Covid-19. Dengan fokus utama pembuatan rapid diagnostic test (RDT kit) Covid-19 yang didesain khusus untuk masyarakat Indonesia.

"Sebagai mitra kerja BPPT, kami Komisi VII sangat mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Ini kebijakan yang sangat tepat, mengingat bahwa ini adalah salah satu langkah yang dapat ditempuh oleh sebuah negara dalam menangani Covid-19. Selain dari menerapkan physical distancing adalah untuk melakukan tes massal," papar Esti melalui pesan singkatnya kepada Parlementaria, Kamis (2/4/2020).

Tes massal ini, lanjutnya, dilakukan agar dapat mengisolasi (secara mandiri di rumah atau di RS) mereka yang terjangkit virus korona dan mengetahui wilayah penyebaran terbanyak virus tersebut. Dengan demikian dapat meminimalisir penyebaran yang lebih masif lagi.

Khusus untuk RDT kit ini BPPT telah mengerahkan Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan Covid-19 (TFRIC19), yang meliputi perwakilan institusi litbang (LIPI, Badan Litbang Kesehatan, LBM Eijkman), perguruan tinggi (di antaranya ITB, UGM, Unair, Unhan, Unpad), sektor industri, rumah sakit, serta berbagai macam start-up. Semuanya dilibatkan untuk mengembangkan peralatan pendeteksi virus korona buatan anak bangsa.

"Peran lokal yang berbasis multisektoral seperti ini sangat kami dukung dan akan terus kami monitor di Komisi VII DPR RI pada Rapat Dengar Pendapat yang akan datang. Diharapkan rapid tes produk asli Indonesia ini dapat diprioritaskan untuk wilayah-wilayah yang paling banyak terdampak kasus virus korona saat ini," ujar politisi Fraksi Partai Golkar ini. (RO/OL-10)