Komisi VI DPR RI Dukung Kritik Prabowo Soal BUMN Rugi Minta Tantiem

Penulis: Administrator Pada: Kamis, 15 Jan 2026, 09:12 WIB DPR
Komisi VI DPR RI Dukung Kritik Prabowo Soal BUMN Rugi Minta Tantiem

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Presiden Prabowo Subianto

ANGGOTA Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengkritik keras jajaran elite Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kritik itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.

Menurut Rivqy, kritik Presiden Prabowo adalah peringatan keras sekaligus koreksi moral bagi tata kelola BUMN. Hal itu dinilai mulai menjauh dari nilai profesionalisme dan tanggung jawab publik.

“Presiden Prabowo menyuarakan kegelisahan rakyat. Tidak masuk akal, perusahaan merugi tapi elitenya tetap merasa berhak atas bonus. Ini bukan hanya soal keuangan negara, tapi soal etika kepemimpinan,” ujar Rivqy dalam keterangan yang dikutip, Kamis (15/1).

Menurutnya, praktik meminta tantiem di tengah kinerja buruk adalah bentuk normalisasi kegagalan yang tidak boleh dibiarkan terus berlangsung di BUMN.

“BUMN bukan perusahaan pribadi. Setiap rupiah yang hilang adalah uang rakyat. Kalau rugi, yang pertama dilakukan seharusnya introspeksi, bukan justru menuntut penghargaan,” kata ketua umum DKP Panji Bangsa itu.

Rivqy menekankan, kemajuan BUMN mustahil tercapai tanpa keteladanan dan prinsip kuat dari para pemimpinnya. Profesionalisme, integritas, dan rasa tanggung jawab harus menjadi standar utama, bukan formalitas jabatan.

“BUMN tidak akan maju hanya dengan slogan transformasi. Ia butuh pemimpin yang berani bertanggung jawab, tahu malu ketika gagal, dan siap dievaluasi secara objektif,” ujarnya.

Sebagai mitra kerja Kementerian BUMN, Komisi VI DPR RI, kata Rivqy, akan terus mendorong reformasi tata kelola, evaluasi berbasis kinerja nyata, serta sistem remunerasi yang adil dan rasional.

Rivqy menegaskan bahwa kritik ini bukan untuk melemahkan BUMN, melainkan memperkuat perannya sebagai motor ekonomi nasional. Ia mendorong agar kritik Presiden Prabowo harus dijadikan momentum bersih-bersih.

“Yang profesional kita dukung, yang gagal tapi tak mau bertanggung jawab harus berani dievaluasi, bahkan diganti,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap jajaran pimpinan BUMN saat berpidato pada peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1).

Prabowo menyoroti masih adanya praktik pemberian tantiem atau bonus kepada direksi, padahal perusahaan pelat merah yang dipimpinnya mengalami kerugian. Dalam pernyataannya, Presiden menilai tindakan tersebut sangat tidak etis dan tidak memiliki kepekaan terhadap kondisi negara.

"BUMN sangat banyak. Banyak yang rugi. Sudah rugi minta tantiem lagi. Enggak tahu malu. Dablek menurut saya," tegasnya. (Z-1)