Bos BEI Mundur, Komisi XI Harap Penggantinya Lebih Profesional

Antara
Ilustrasi
Anggota Komisi XI DPR RI M Hasanuddin Wahid menaruh harapan besar kepada sosok yang akan menggantikan Iman Rahman sebagai Direktur Utama BEI. Seperti diberitakan, Iman mengundurkan diri, pada Jumat (30/1), menyusul gejolak pasar yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut.
“Kami berharap pengganti Pak Iman adalah figur yang lebih profesional, berintegritas, dan mampu menjaga stabilitas BEI, baik di mata nasional maupun internasional. Bursa efek adalah wajah perekonomian kita di hadapan dunia,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (31/1).
Ia menambahkan, ke depan diperlukan kepemimpinan yang kuat, komunikatif, serta mampu membaca dinamika global. Tujuannya agar kejadian trading halt berkepanjangan tidak kembali terulang dan tidak menggerus kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia.
Menurutnya, IHSG merupakan tolok ukur utama kondisi pasar dan ekonomi bangsa yang tidak hanya berdampak pada investor domestic, tetapi juga menjadi cerminan kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia. Oleh karena itu, stabilitas dan kredibilitas BEI harus dijaga dengan sangat serius.
Di sisi lain, Hasanuddin mengapresiasi keputusan Iman Rahman yang mengundurkan diri. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan sikap kenegarawanan dalam menyikapi situasi pasar yang penuh tekanan.
“Itulah wujud tanggung jawab. Saya betul-betul hormat dengan sikap gentle Pak Dirut Iman dalam menyikapi gejolak pasar yang terjadi,” ujarnya.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat anjlok dan memicu pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt) selama dua hari berturut-turut. Trading halt pertama terjadi pada Rabu (28/1) setelah IHSG ambruk lebih dari 8% dan jatuh ke kisaran level 7.600. Tekanan berlanjut pada perdagangan Kamis (29/1), ketika IHSG kembali terjun hingga sempat anjlok 10%. (E-3)
