Komisi I DPR: Indonesia ke Gaza bukan Intervensi, tapi Misi Kemanusiaan

Dok. DPR RI
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan keputusan Indonesia mengambil peran sebagai Wakil Komandan dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Palestina. Menutunya, hal itu merupakan wujud nyata amanat konstitusi untuk ikut menjaga perdamaian dunia.
“Keputusan ini adalah implementasi Pembukaan UUD 1945. Kehadiran 8.000 personel TNI bukan sekadar kontribusi militer, tetapi simbol solidaritas kemanusiaan dan diplomasi aktif Indonesia di kawasan konflik,” ujar Dave saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (20/2).
Menurut dia, Indonesia tidak datang ke Gaza untuk kepentingan politik praktis atau agenda ofensif. Misi tersebut, kata dia, murni berorientasi pada stabilisasi keamanan, perlindungan warga sipil, serta membuka ruang dialog konstruktif di tengah konflik berkepanjangan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam misi perdamaian dunia, termasuk di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pengalaman di Kongo, Lebanon hingga Sudan menjadi modal penting bagi TNI dalam menjalankan mandat stabilisasi di Gaza.
“Kita siap memastikan kehadiran pasukan Indonesia berorientasi pada stabilisasi, perlindungan warga sipil, dan mendukung terciptanya ruang dialog bagi semua pihak,” katanya.
Terkait komitmen untuk tidak ikut campur dalam pelucutan senjata Hamas,Dave menegaskan posisi Indonesia sangat jelas. Misi tersebut bukan operasi ofensif ataupun intervensi politik.
“Indonesia menghormati prinsip non-interference dan akan menjalankan mandat sesuai aturan internasional serta kesepakatan multilateral. Fokus utama kita menjaga keamanan, menyalurkan bantuan kemanusiaan, dan menciptakan kondisi yang memungkinkan proses perdamaian berjalan,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah Indonesia tetap berpijak pada kepentingan rakyat Palestina dan hukum internasional. Peran Indonesia di Gaza, lanjut Dave, harus dibaca sebagai konsistensi diplomasi damai dan solidaritas global.
“Kita ingin memastikan setiap langkah tetap sejalan dengan kepentingan rakyat Palestina serta komitmen Indonesia memperjuangkan keadilan dan perdamaian dunia,” pungkasnya. (H-3)
