Komisi I DPR: Silaturahmi Prabowo Bernilai Strategis

Dok. Antara
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono.
LANGKAH Presiden Prabowo Subianto yang aktif berkomunikasi lintas daerah, menjalin hubungan dengan kepala negara, hingga bersilaturahmi dengan para presiden terdahulu pada momen Lebaran dinilai bukan sekadar agenda seremonial. Sikap tersebut dipandang sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas politik sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai rangkaian komunikasi itu mencerminkan gestur kenegaraan yang sarat makna. Menurutnya, silaturahmi dengan para pemimpin terdahulu tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menegaskan pentingnya kesinambungan dalam kepemimpinan nasional. Hal tersebut dinilai sebagai fondasi dalam menjaga persatuan bangsa.
"Tindakan tersebut memperlihatkan komitmen beliau dalam merawat persatuan nasional melalui simbol kebersamaan. Silaturahmi dengan para presiden terdahulu bukan sekadar tradisi Lebaran, melainkan penegasan bahwa kesinambungan kepemimpinan bangsa adalah bagian dari kekuatan kita sebagai negara," ujarnya saat dihubungi, Senin (23/3).
Di sisi lain, komunikasi yang dibangun lintas negara dan lintas daerah juga menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang terbuka. Dave menilai hal ini sejalan dengan upaya memperkuat diplomasi Indonesia di tengah dinamika global.
Dave menambahkan, gesture tersebut juga membawa pesan bahwa kepemimpinan nasional tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan kelanjutan dari pengalaman para pemimpin sebelumnya.
"Gestur tersebut juga dapat dimaknai sebagai pesan bahwa kepemimpinan nasional tidak berdiri sendiri, melainkan berakar pada tradisi, pengalaman, dan kebijaksanaan para pemimpin sebelumnya. Dengan demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bangsa adalah kerja kolektif lintas generasi," terangnya.
Dukungan terhadap langkah tersebut, lanjutnya, perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga kohesi nasional sekaligus memperluas ruang diplomasi Indonesia.
"Kami mendukung setiap langkah yang memperkuat persatuan, memperluas diplomasi, dan meneguhkan nilai kebangsaan. Dengan komunikasi yang terbuka dan silaturahmi yang terjaga, Indonesia akan semakin kokoh menghadapi tantangan global maupun domestik," pungkas Dave. (H-3)
