Macet di Ketapang-Gilimanuk, DPR Desak Pemerintah Beri Solusi Konkret

Penulis: Administrator Pada: Jumat, 03 Apr 2026, 20:37 WIB DPR
Macet di Ketapang-Gilimanuk, DPR Desak Pemerintah Beri Solusi Konkret

Antara
Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk

KEMACETAN panjang kembali terjadi di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Antrean kendaraan dari jalur Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang sempat mengular hingga sekitar 15 kilometer.

Anggota Komisi V DPR RI, Irine Roba, menyebut situasi ini membutuhkan langkah konkret dari pemerintah. Menurutnya, masyarakat akan terus dirugikan jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama.

"Masyarakat jadi pihak yang paling dirugikan. Waktu terbuang, tenaga terkuras, hingga biaya operasional meningkat tanpa kepastian kapan kondisi akan membaik," ujarnya dalam keterangan, Jumat (3/4).

"Kemacetan panjang berdampak pada pemborosan BBM, risiko kecelakaan akibat kelelahan, hingga terganggunya distribusi logistik yang berimbas pada ekonomi nasional," lanjutnya.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, akar permasalahan kemacetan berulang ini terletak pada keterbatasan jumlah dermaga.
"Jumlah kapal yang cukup banyak (bahkan ditambah armada cadangan) tidak diimbangi dengan kapasitas dermaga untuk sandar dan bongkar muat secara cepat. Ini menyebabkan port time menjadi sangat lambat," ujarnya.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI, Irine mendesak Kementerian Perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

"Pemerintah terutama kementerian perhubungan perlu menjadikan masalah ini sebagai prioritas. Penambahan dermaga baru di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk sebagai solusi jangka menengah-panjang. Ini adalah prioritas utama, bukan hanya menambah kapal," tuturnya.

Selain itu, Irine juga menekankan perlunya inovasi dalam penyelesaian masalah.

"Penerapan sistem reservasi online wajib berbasis slot waktu (booking system) yang terintegrasi, sehingga arus kendaraan bisa dikendalikan dan disesuaikan dengan kapasitas kapal. Lalu optimalisasi buffer zone dan kantong parkir di sekitar pelabuhan juga bisa dilakukan," ujarnya.
(P-4)